Catatan Semester Tua
PART 2
Ingin
menjadi orang sibuk adalah salah satu wishlist ku di awal tahun perkuliahanku.
Dulu aku membayangkan kalau orang yang punya kesibukan itu pasti orang penting,
pasti orang yang memiliki pengaruh dalam ruang lingkupnya, dan pasti menyenangkan karna bisa
memanfaatkan waktu yang mereka punya dengan sebaik-baiknya.
Dan
sekarang wishlist itu terwujud. Aku menjadi orang yang sibuk *yah meskipun
belum terlalu amat sibuk jika dibandingkan dengan para usahawan atau para
pekerja yang sampai harus lembur di malam hari. Tapi di masaku sekarang dengan
berbagai banyaknya tekanan yang membuatku hampir depresi itu menjadi salah satu
kesibukan yang ku alami. Sibuk mencari
dana sponsor untuk event dekat-dekat ini, sibuk dengan proker organisasiku yang
tidak kunjung usai, sibuk mencari dan menghubungi anggotaku yang kadang
menghilang ditengah-tengah aku membutuhkan mereka, sibuk mencari pekerjaan part
time untuk tambahan biaya perkuliahanku yang semakin mahal, belum lagi sibuk
mencari uang buat ngejualin salah satu kartu paketan provider yang sempat
membuatku kehabisan akal untuk menjualnya karna kecerobohanku yang keburu ambil
tindakan tanpa pikir panjang dulu. Dan belum lagi mikirin skripsi, tugas akhir
perkuliahanku.
Akar dari
sebagian besar kesibukanku adalah masalah organisasi. Disaat semua
teman-temanku sudah berkutik di depan layar laptopnya dengan skripsinya, aku
masih aja berkutik dengan organisasiku. Sampai pernah teman-temanku bilang
kalau sebagian besar waktuku habis didalam organisasi yang hanya menguras waktu
dan tenagaku saja. Tapi apa boleh buat, ini juga termasuk resiko yang harus aku
terima ketika ikut dalam peraturan suatu organisasi meskipun ada banyak tekanan
yang membuatku harus menghentikan organisasi ini.
Capek dan
jenuh adalah hal yang wajar dan sering dijumpai ketika muncul suatu
permasalahan yang kadang permasalahan sebenanya sama, dan itu-itu saja. tapi
dengan porsi yang berbeda. Porsi yang lebih berat dan lebih menantang.
Kadang suka
tiba-tiba timbul rasa iri dengan kehidupan orang lain yang lebih tertata apik
dan hasilnya terlihat nyata. Daripada kesibukanku yang ternyata hasilnya masih
semu. Tapi balik lagi dengan hukum alam kehidupan, kalau kata pepatah orang
jawa itu sawang sinawang. Kalau kata
orang sekarang rumput tetangga lebih
hijau. Yang maksudnya kehidupan orang lain terlihat lebih enak, apik lebih
tentram daripada kehidupan kita yang rumit, sedangkan orang lain menilai
kehidupan kita lebih baik daripada kehidupan yang sedang mereka alami.
Tapi
kembali lagi jika semua dipikirkan dan diresapi teringat akan hadist yang
menyebutkan bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan yang melampaui batasan
keadaan seorang hambaNya. Jadi serumit apapun keadaan yang sedang dialami
sekarang pasti Allah sudah memiliki jawaban yan terbaik buat kamu. Berpikir
positiflah bahwa Allah sedang menyiapkan hal yang terbaik, yang tak pernah kau
duga dibalik cobaan yang sedang kamu alami saat ini.
Jangan
mudah putus asa, selalu bersyukur, dan ingat dengan jika diberikannya cobaan
atau tantangan yang rumit kepada kita itu tandanya Allah sedang ingin
memperbaiki diri kita dan mau kita menjadi lebih baik dan lebih kuat dari
sebelumnya.
Komentar
Posting Komentar